mudik yuuk..!
Oktober 24, 2008 pukul 8:00 am | Ditulis dalam Pengalaman hidup | 4 KomentarEuphoria lebaran di Indonesia tidak pernah lepas dari tradisi pulang ke kampung halaman bagi perantau, yang ngetrend disebut mudik. Fenomena ini memang sudah jadi fenomena tahunan yang makin tahun makin semarak, meskipun bumbunya kebanyakan pahitnya. Bumbu-bumbu itu seperti macet di sepanjang jalan, kecelakaan lalu-lintas, antrian tiket angkutan yang diluar nalar manusia, berdesak-desakan buat rebutan naik ke angkutan umum entah bis, kereta atau yang lainnya. Namun semua itu sirna bagai ditelan langit malam ketika para pemudik sampai di kampung halamannya. Kebahagiaan bertemu sanak saudara dan keluarga menghapus segala penderitaan yang terjadi selama perjalanan.
Begitupun yang saya alami di minggu-minggu yang lalu. Meski saya lahir dan sekarang pun tinggal di kota Bogor, saya nyaris tidak pernah melewatkan Idul Fitri tanpa mudik. Sebabnya, orang tua saya sebenarnya adalah para perantau. Ibu berasal dari Magelang, Jawa Tengah, dan bapak dari Bali (sebagian besar keluarganya sudah hijrah ke Malang sejak tahun 1960an).
Ada beberapa tips yang akan saya berikan, supaya perjalanan mudik Anda tidak menjadi perjalanan yang menyengsarakan jiwa raga. Saya mohon ampun sebesar-besarnya karena tips yang saya berikan ini dikhususkan untuk yang mudik numpak kendaraan pribadi (jalur darat) karena saya memang gak berpengalaman mudik pakai angkutan umum..hehe.. Berikut tipsnya:
Perencanaan
Wise word yang bilang, gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Biar perjalanan tidak berujung di hal-hal yang tidak enak, maka haruslah direncanakan sematang mungkin. Poin-poin penting perencanaan: kapan Anda berangkat, perkiraan lama perjalanan, tanggal kembali, dan budget perjalanan serta barang apa saja yang perlu dibawa.
Ada baiknya Anda telah menetapkan tempat-tempat tujuan perjalanan Anda sebelum berangkat. Jangan pegang prinsip “gimana entar aja..” karena kalau sudah “kejadian” entar biasanya sudah terlambat. Tujuan yang jelas (selain kampung halaman tentunya) akan sangat mempermudah Anda menentukan rute jalan yang akan dilalui. Hindari keberangkatan dan kepulangan saat peak time. Macetnya biasanya tidak masuk akal.
Riset terakhir menyatakan bahwa barang bawaan yang ingin dibawa sebenernya juga harus direncanakan. Bawa barang yang Anda butuhkan, jangan yang Anda cuma pingin aja. Tetapi yang dibutuhkan pun ternyata harus diberikan skala prioritas, supaya Anda tidak terlihat seperti pindahan rumah. Barang bawaan yang berlebihan, selain merepotkan untuk dibawa juga rawan tertinggal dan tercecer. Buat list-nya, ini juga berguna saat nanti packing untuk persiapan kembali dari kampung.
Siapkan kendaraan tempur Anda
Kendaraan yang akan Anda tumpangi ke kampung halaman harus dalam kondisi prima. Disarankan untuk general check kendaraan di bengkel resmi atau bengkel-bengkel kepercayaan. Kalau gak punya bengkel kepercayaan, bengkel resmi mungkin pilihan yang lebih baik meski biasanya agak mahal, daripada Anda sembarangan servis di bengkel awu-awu, bisa-bisa ditipu.
Jangan pelit lah kalo udah nyangkut masalah kendaraan.. Spare part palsu atau yang halusnya disebut biasa, ban yang sudah gundul, rusak-rusak kecil di bagian penting yang dianggap sepele, akan mengantarkan Anda ke gerbang kesengsaraan mudik, bahkan mengancam nyawa. Mending investasi di sparepart original atau, mahal dikit gapapa lah..yang penting aman.. ya gak coy..?
Perbekalan dan tools penting
Di jalan nanti insya Allah Anda akan merasa lapar, tentunya repot sekali kalau harus selalu berhenti setiap kali ingin membeli makanan di pinggir jalan. Kalaupun Anda tetap dalam kondisi berpuasa (gak ngambil jatah musafir), saat tiba waktu buka nanti warung-warung, restoran, sampai lapak kecil-kecil akan dipenuhi orang-orang yang sama-sama bernafsu untuk segera berbuka. Solusinya adalah makanan yang sudah disiapkan dari rumah. Selain bisa menghemat biaya karena lebih murah dan kebersihannya terjamin, juga tidak perlu rebutan sama orang kan?
Jangan lupa untuk mempersiapkan peralatan yang tergolong penting, seperti alat-alat kendaraan (kunci-kunci, dongkrak, segitiga pengaman, senter dsb.) dan alat penunjang lainnya. Bila Anda tidak hafal jalan dan tidak punya feeling kuat seperti supir-supir bis untuk nerabas-nerabas jalur pedalaman, peta perjalanan merupakan barang keramat yang akan memandu Anda menemukan jalan alternatif akan tampak seperti oase di tengah gurun kemacetan.
Berangkat!
Okay.. saatnya Anda bertempur! Tapi sebelum tempur harus berdoa dulu dong.. Ini penting, untuk menambah barokah dan juga optimisme dan ketenangan batin Anda.
Safety Riding adalah kunci keselamatan di jalan bila telah dipadukan dengan berdoa. Taati peraturan lalu lintas dan pacu kendaraan Anda pada kecepatan yang wajar. Wajar berarti saatnya cepat ya cepat.. saatnya pelan-pelan ya pelan. Jangan anut alon-alon asal kelakon. Gak mungkin kan di jalan tol yang lengang Anda berkendaraan 40km/jam? Sangat mengganggu yang lain dan juga berbahaya untuk Anda.
Lorena, sang Legenda Pantura, punya motto yang indah, Sabar-Sopan-Senyum. Bila Anda belum memiliki semboyan berkendara macam begini, mottonya Lorena itu bisa dicoba untuk dianut. Sabar dalam menghadapi kondisi apapun, termasuk ketika dizhalimi orang lain kayak dipepet, diserobot jalannya, dipanteng lampu jauh, dll. Sopan dan menuruti aturan lalu lintas yang berlaku. Aturan yang berlaku di jalanan kadang tidak tertuang dalam Undang-Undang. Ini yang harus Anda cari tahu, insya Allah, doakan saya bisa posting di lain waktu. Dan Senyum, apalah keindahan yang bisa melebihi senyum manusia? =)
Anda tidak sendiri di jalan, dan (walau Anda bayar pajak) jalan raya bukan milik Anda. Karena itu bersikaplah arif dalam berkendara. Perhatikan pengguna jalan lain yang sangat beragam, mulai dari orang jalan kaki, sepeda onthel, sepeda motor, gerobak, mobil lain, bus, dan truk. Saling menghormati adalah hal yang indah.
Usahakan ada radio dalam mobil Anda. Ini berguna untuk memantau arus lalu lintas lewat stasiun-stasiun radio yang menyiarkannya sehingga Anda bisa mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan, semisal segera buka peta dan cari jalur alternatif bila di-report-kan terjadi kemacetan di depan Anda. Ada baiknya anda mencari tahu stasiun radio mana saja yang menawarkan liputan yang beginian, di sepanjang jalur yang akan Anda lewati.
Rumah berjalan
Bila Anda mudik beserta seluruh anggota keluarga, mobil Anda akan menjadi moving home selama perjalanan. Isilah dengan obrolan-obrolan santai, games-games, canda tawa, dan kegiatan yang dapat mendekatkan Anda dengan keluarga yang mungkin di rumah jarang dilakukan.
Jangan memulai perdebatan yang bisa berujung pertengkaran. Anda tentu tak ingin sampai di kampung dalam keadaan ada anggota keluarga yang merengut alias manyun kan?
Istirahat
Pahami batas-batan fisik Anda. Bila Anda tidak terbiasa jalan luar kota, stamina akan terasa sekali cepat habisnya. Jangan paksakan kalau sudah ngantuk, bisa-bisa pemakaman ujungnya. Cari tempat istirahat yang nyaman, aman, dan terjamin. Posko mudik, hotel, losmen, rumah makan, mesjid, atau bahkan kantor polisi bisa jadi pilihan tempat istirahat.
**
4 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.
wah, ahirx ad postingan baru^^
bguz skali tips2x,.pjlanan santai pun kdu py psiapan, biar g ‘kjadian’ yg tdk dharapkan, hal spele pun bs jd brabe,.mo minggir skedar bwt bli alpukat d pgir jln ja bs jd pdebatan spjang jalan knangan,.
hm..q lupa2 inget quotex sp ni n dtailx gmn,yg jlas d cover blakang 1001 soal n pbhasan spmb fisika ad tulisan ‘jika aq py 25 jam dlm shari,24 jam akn q gunakan utk mgasah kapak ku, 1 jam utk q gunakan kapak tsb’
yeah,intine prepare ur life =)
Comment by annisa— Oktober 24, 2008 #
fazluuur.. fazluur.. apdet dunk blognya.. hehe..
setuju banget kalo pas mudik mobil harus dibikin kayak rumah berjalan.. ^^
Comment by azkaa,,— November 19, 2008 #
jarang diisi lagi ya…..si fatimeh nyanain tuh…
berkunjung ya…
Comment by erie— November 22, 2008 #
nge-blog lagi nyo0k!
Comment by annisa— Desember 19, 2008 #